Semua itu berawal dari MIMPI.....

Selasa, 13 Maret 2012

Tulisan: Dikala Senja Berganti Lagi.

13 Februari 2012: Dikala Senja Berganti Lagi.

Dikala senja berganti lagi. Kutatap kalender gantung yang kian hari kian tipis. Berbalik menghitung bulan yang kini diawal tahun. Kaca kaca itu merefleksikan mata ku yang terbelalak.Lucu, betapa aku tidak menyadarinya.

Dikala senja berganti lagi.
Mengingat tahun terakhir di sekolah yang dua tahun ini kusinggahi, bukanlah hal mudah.
Februari, Maret, April.3 bulan lagi waktu-ku terhitung mundur.
Menghitung seluruh kenangan yang dirajut dan siap diulur.
Tak terasa senja dikala kami jalani masa orientasi secepat ini berlalu dengan terobosan tiap harinya.
Memandang tajam ke dua kata, UJIAN NASIONAL.

Dulu menjadi anak emas sekolah merupakan kebanggaan tersendiri. 
Ikut lomba sana sini merupakan hal yang didambakan.
Kini dua kata itu bagai mengingatkanku untuk terus.. terus.. dan terus belajar.
Membolak balik buku tebal berisi SKL dan ringkasan materi yang kadang melelahkan.
Membuat mata kami terasa berat.
Tapi mengingat saat saat dulu ku beraksi dengan lincahnya membawa nama sekolah adalah suatu kenangan.

Ketika senja berganti lagi.
Memandang pasi kepada kau, kau dan kau yang disorot sinar bintang membuat ku iri.
Tak digoyahkan lagi aku merasa dianak tiri.
Tapi tak apa.Hidup bagai roda yang berputar. 
Kini saatnya kau, adik kelasku. 
Bersinarlah bagaikan misi sekolah, "MENJADIKAN SEMUA SISWA MENJADI BINTANG".
Meski kadang tiap senyummu dan bangga mu mengingatkan kami akan dua tahun yang lalu.
Ahh, masa lalu.

Ustazah sinar selalu bilang,
Kenangan tak bisa dibeli, tapi uang bisa dicari.
Kenangan kami takkan pernah bisa terganti, 
maka dari itu kami titis semua itu dalam suatu hal yang berujung manis.

Kini izinkanlah kami mengambil ancang-ancang, 
mengencangkan sabuk, 
berjibaku dengan semua soal.
Semua ini hanyalah untuk menjadikanku resmi menjadi seorang siswa putih-abu abu.
Melepas baju biru dongker, dengan pangkat, dasi dan baret yang selalu ku banggakan.

Untukmu SMPN Bernas.
Ku takkan lupakanmu, meski bersamamu hanya tinggal menghitung waktu.

Muhammad Al Anas

0 komentar:

Poskan Komentar