Semua itu berawal dari MIMPI.....

Selasa, 13 Maret 2012

Text: STOP BULLYING!

BULLY ?
          BULLY, WHAT IS THAT ?
          Bullying is a big problem. It can make kids feel hurt, scared, sick, lonely, embarrassed and sad. Bullies might hit, kick, or push to hurt people, or use words to call names, threaten, tease, or scare them. A bully might say mean things about someone, grab a kid's stuff, make fun of someone, or leave a kid out of the group on purpose. Some bullies threaten people or try to make them do things they don't want to do.
          WHY DO BULLIES ACT THAT WAY ?
          Some bullies are looking for attention. They might think bullying is a way to be popular or to get what they want. Most bullies are trying to make themselves feel more important. When they pick on someone else, it can make them feel big and powerful.
          Bullies often pick on someone they think they can have power over. They might pick on kids who get upset easily or who have trouble sticking up for themselves. Getting a big reaction out of someone can make bullies feel like they have the power they want. Sometimes bullies pick on someone who is smarter than they are or different from them in some way. Sometimes bullies just pick on a kid for no reason at all.

SO STOP BULLYING!!!

Muhammad Al Anas
Read More...

Video: I AM THE BEST!

#nowplaying I AM THE BEST - 2NE1
Read More...

Tulisan: TULISKAN!

Tepat 5 hari yang lalu aku diminta oleh Ustad Riyadi untuk menuliskan mimpiku.
Bukanlah hal asing, karena ku telah lakukan hal ini berulang ulang kali.
Namun kali ini terasa berbeda.
Terasa lebih meyakinkan.
TULISKAN APA YANG KAMU BUAT, BUAT APA YANG KAMU TULIS.
Mungkin benar, kini satu persatu mimpiku terwujud seiring dengan usahaku.
Jadi jangan takut bermimpi..
Selagi gratis, dan dialah motivator gratis
Read More...

Tulisan: SAYA!

Perkenalkan saya Anas.
Saya siswa SMPN Bernas yang dua bulan lagi akan segera berpisah.
Saya berbeda :)
Read More...

Picture: WET!

hai
@APR2011, Minas, Kab. Siak Sri Indrapura
Read More...

Picture: Ustazah Arista and Me

me and ustazah arista.
couple,
Read More...

Picture: 89.4 Pelalawan FM


89.4 Pelalawan FM :)
Read More...

Picture: Ranking 1 Ramadhan.


Kegiatan Ranking 1.
Peserta Terheboh.
Keluar pertama kali.
Wew
Read More...

Picture: Memori..


1,2,3
Read More...

Kegiatan: WIN!


Juara 1 Drama Remaja tk. Provinsi Riau
Ajang Prestasi Remaja
2011
Read More...

Kutipan: Fav's Quotes Pt.2

Watch your thoughts; they become words.
Watch your words; they become actions.
Watch your actions; they become habits.
Watch your habits; they become character.
Watch your character; it becomes your destiny.
—Lao-Tze
Everyone is a genius at least once a year. The real geniuses simply have their bright ideas closer together.
—Georg Christoph Lichtenberg
What we think, or what we know, or what we believe is, in the end, of little consequence. The only consequence is what we do.
—John Ruskin
The real voyage of discovery consists not in seeking new lands but seeing with new eyes.
—Marcel Proust
Work like you don’t need money, love like you’ve never been hurt, and dance like no one’s watching
—Unknown Author
Try a thing you haven’t done three times. Once, to get over the fear of doing it. Twice, to learn how to do it. And a third time, to figure out whether you like it or not.
—Virgil Garnett Thomson
Even if you’re on the right track, you’ll get run over if you just sit there.
—Will Rogers
People often say that motivation doesn’t last. Well, neither does bathing – that’s why we recommend it daily.
—Zig Ziglar
Read More...

Kutipan: Fav's Quotes


You can do anything, but not everything.
—David Allen
Perfection is achieved, not when there is nothing more to add, but when there is nothing left to take away.
—Antoine de Saint-ExupĂ©ry
The richest man is not he who has the most, but he who needs the least.
—Unknown Author
You miss 100 percent of the shots you never take.
—Wayne Gretzky
Courage is not the absence of fear, but rather the judgement that something else is more important than fear.
—Ambrose Redmoon
You must be the change you wish to see in the world.
—Gandhi
When hungry, eat your rice; when tired, close your eyes. Fools may laugh at me, but wise men will know what I mean.
—Lin-Chi
The third-rate mind is only happy when it is thinking with the majority. The second-rate mind is only happy when it is thinking with the minority. The first-rate mind is only happy when it is thinking.
—A. A. Milne
To the man who only has a hammer, everything he encounters begins to look like a nail.
—Abraham Maslow
We are what we repeatedly do; excellence, then, is not an act but a habit.
—Aristotle
A wise man gets more use from his enemies than a fool from his friends.
—Baltasar Gracian
Do not seek to follow in the footsteps of the men of old; seek what they sought.
—Basho
Read More...

Video: Ingat?

Ingat?

Kadang video ini meminta air mata saya untuk terjun secara langsung mengekspresikan tiap kerinduan saya.
Saya cinta, SMPN Bernas
Read More...

Picture: Total Madness







Read More...

Tulisan: Dear teman ku tersayang..

Hei, teman..
Iya, kau dan kau juga..
Aku gak tau kapan pun kau akan membaca tulisan ku tentang mu..
Yang jelas, aku hanya mau bilang ini di siang yang mendung..

Hei, temanku..
Masih ingatkah kau..
3 tahun yang lalu kita menginjakkan kaki dibernas..
Masih saling tak kenal dan saling mencoba beradaptasi..
Masih berbaju seragam SD dan masih kenal kenalan..
Dan kalian melontarkan senyum tulus kalian ke aku dan mereka..

Hei, temanku..
Kita saling berkerja sama diantara berbagai kesempatan..
Saling sayang menyayangi..
Saling support satu sama lain..
Aku tak bisa menahan rasa kehilangan saat nanti kita perpisahan..

Hei, temanku..
Aku takut..
Nanti di SMA.. Apakah masih ada teman sebaik, setulus, se lucu, se asik kalian ?
Aku takut..
Masih adakah teman yang menerima kekurangan ku seperti kalian lakukan ?

Hei, temanku..
Jika ada alat penghibur untuk membuat ku senang dan tertawa..
Itu gak ada apa apa nya..
Tiap kali aku ke sekolah dengan perasaan yang bermacam macam..
Kau selalu menyambutku dengan senyum dan...
Semangat yang ku ingat..
Kau, sangat spesial.

Hei, temanku..
Di penghujung masa SMP ini ku masih menikmati tawa dan canda kalian semua..
Tertawa akan segala hal..
Segala trik kalian mengelabui ku, bahkan mengelabui guru..
Aku hanya bisa tertawa lemas melihat itu..

Hei, temanku..
Ini tahun terakhir kita di sekolah yang kita sayang ini..
Sekolah yang setiap hari kita jadikan tempat untuk bersenda gurau..
Tempat kita merangkai cerita lucu akan masa belajar kita..
PR yang gak dibuat..
Ulangan yang gak belajar..

Hei, temanku..
Tadi jam 08.44 ku duduk di sudut kelas 9.3..
Ntah mengapa, teman..
Tetesan air mataku jatuh mengingat kalian..
Ini bulan Ramadhan terakhirku bersama kau, kau dan kau..

Hei, temanku..
Ku menangis bukan karena cinta..
Ku menangis karena kalianlah yang menjadikan hari ku disekolah seperti sebuah kenikmatan tersendiri..
Kalian bagaikan pemain Opera Van Java dan pemain Glee yang asli bagiku..
Kalian spontan, lucu dan dramatis..

Hei, temanku..
Ku terenyuk kemarin..
Disaat kita buka bersama disekolah biru kita..
Ku tatap wajah kalian satu persatu..
Ku coba ingat apa kenangan paling membahagiakan bersama kau, kau dan kau..
Sekali lagi, entah mengapa air mataku jatuh..
Cengeng ? terserahlah.

Hei, temanku..
Mungkin catatan ini terlalu panjang ku tulis.
Ya, sepanjang rasa cinta dan sayangku akan kalian semua, teman tersayangku..
Andai kau membaca nya dengan mata hati.. Kau akan mengingat kita semua disini.

Hei, temanku..
Baju dongker yang kita pakai mungkin sebentar lagi hanya tinggal baju lusuh..
Pangkat dan baret yang kita pakai mungkin akan kalian pajang disudut kamar..
Kenangan akan belajar dengan guru guru dan cara kalian melucu membuatku..
Menyayangi kamu, kamu dan kamu..

Hei, temanku..
Sorakan mu saat kita libur..
Kesedihanmu saat salah satu dari kita sedih atau sakit..
Kesenanganmu saat salah satu dari kita bahagia..
Menunjukkan betapa aku, dan mereka..
Selalu sehati dengan kau, kau dan kau..

Hei, temanku..
7 bulan lagi waktu ku tersisa untuk menyayangimu..
Ku coba membahagiakan kalian dan menikmati waktu yang tersisa untuk menjadikan kalian orang terindah dihati..

Hei, temanku..
Disisa waktu 7 bulan yang berlalu cepat ini..
Kuingin kau, kau dan kau bersenang senang dan berbahagia antara kita..
Jangan ada marah marah dan sedih lagi..
Nikmati saat saat indah bersama sahabatmu..
Karena, mereka sebentar lagi takkan selalu ada denganmu..


Hei, temanku..
Mungkin kau lihat aku adalah sosok yang sok tau, sok hebat dan heboh..
Mungkin kau tak pernah lihat sisi ku..
Yang dihujami begitu banyak sindiran..
Yang mencoba membangun kembali prestasi ku yang jatuh..
Tau gak apa obat yang ampuh ??
Paracetamol ? Apa ? GAK ADA !
Satu jawaban ku..
Menghabiskan sejam bersama kau, kau dan kau bagaikan menghabiskan sejam di surga sesaat.

Hei, temanku..
Mungkin diakhir nanti akan ku buat sebuah buku kecil menjabarkan perasaan ku tentang kalian..
Ingat, kalian lah perisai ku saat aku dihujam untaian sindiran..

Hei, temanku..
Jika kau telah tumbuh menjadi remaja yang sukses..
Jangan lupakan aku, teman..
Aku.. bukan siapa siapa mungkin bagimu..
Teman mu mungkin bukan..
Musuh mu ? terserahmu..

Hei, temanku..
Kata kata ku habis untuk menceritakan tentang isi hatiku..
Yang penting, meski pun WS Rendra atau Buku KBBI kau suruh untuk menterjemahkan bahasa kalbu..
Gak bisa..
Hanya kau yang tau..

Hei, temanku..
Maafkan aku yang mungkin telah membuat mu sakit hati..
Yang telah membuatmu benci..
Aku, juga manusia..
Mungkin disaat itu aku sedang kalut..

Hei, temanku..
Jangan lupakan aku.
Dan teman teman mu..

*nb: kami selalu mendukung mu*

Temanmu.
Muhammad Al Anas
20 Agustus 2011
1.40 siang
Read More...

Puisi: kau ? aku ?

keram bibir ku melontarkan kata kata indak bak Chairul Anwar teruntuk seorang pemeran sandiwara sepertimu.
lentik bulu mataku lepas beriring letih berkedip ke mata sejuta arah mu.
lelah kaki ku menelusuri kebun ilalang tinggi penuh tanya dibalik telapak dusta mu.
kaku jemari ku mencengkram tangan nista mu yang terbakar api amarah dari makhluk seperti dia, aku, mereka, kita.

hei kau.
kau ? ya, aku.
terkadang ku mengamuk dan jijik melihat orang seperti kau !
kau  ? aku tidaklah merenggut tiap gerbang orang menuju langkah fantasi mu..
aku hanya menarik dahulu hak dari tanganmu.
kau ? sok berupaya menjadi aku padahal kau hanyalah banci tak tau diri.
aku ? kaulah yang malu berupaya menahan diri dari lonjakan kepercayaan diri yang tak dimengerti.
kau ? keterlaluannya aku mencari cari celah diantara kau.
aku ? kau lah yang tertatih mencari aku dari berbagai kau.
cari lah aku.. diantarai kau, kau dan kau.

maka kau akan tau..
siapa aku ? bukan kau.
ya, kau.. lelaki dibalik cermin.
aku ? kau didepan cermin.

:(

Al Anas
17-10-11
9.44 PM
Read More...

Tulisan: Maulid Nabi Tahun Ketiga ku di SMPN Bernas

Banyak gema bergaung di Mesjid yang lampau digunakan saat perhelatan MTQ se Provinsi Riau. Mesjid besar ini kini menjadi tempat untuk memperingati Maulid Nabi tahun 1433 H. Ini tahun ketiga ku menghelati acara Maulid Nabi ini.

  Kuputar kembali kronologi hidupku, sekitar 2 tahun yang lalu. Disaat yang sama, aku mengisi bagian Pidato Bahasa Inggris di Maulid Nabi tahun 1431 H. Dikala itu masa masa kejayaan ku dimulai dengan awal yang sangat bagus. Mengisi pidato bahasa inggris didepan ustad ustazah, kakak kelas dan teman sebaya merupakan hal yang luar biasa. Mengingat aku masih ditahun pertama meniti ilmu di sekolah ini.

  Kucari lagi kaleidoskop ku setahun yang lalu. Wah, aku menjadi pembawa acara di acara besar ini. Bagiku menjadi pembawa acara diacara acara sekolah adalah kebanggaan. Mengingat ditahun kedua ini adalah masa-masa gemilangku.
Dan kini aku hanya terduduk lemas melihat teman teman, adik adik kelas ku menampilkan kebolehan mereka. Akhirnya aku tau rasa iri melihat teman yang tampil didepan. Ah, sudah 10 menit lebih aku memikirkan hal ini. Kuubah posisi kaki ku yang makin kebas dan melihat keseliling Mesjid.

  Wah, suara gema itu terdengar lagi. Seluruh pengisi acara menggunakan mic dengan echo yang tinggi. Jadinya agak ngeflare gitu. Ganggu, mengingat aku harus bertampang serius dengan kelucuan suara gema yang makin kuat seiring si pembicara menarik nafas.

  Entah kenapa para kerumunan orang ini diam dan senyap. Dari tadi kupandangi tembok hijau dengan cat yang kurang rapi, sekarang kembali fokus ke mimbar. Suara itu tentram, berat dan bersahaja. Beliau mengatur perkataan dan lantunan kata/kalimatnya kepada kami yang sepenuhnya tidak mengerti. Entah karena kecapekan atau bosan atau memang tidak tau.

  Tiba tiba gema itu tidak terdengar lagi. Ketika beliau berbicara, kupandangi matanya yang menjamah semua pendengar dengan mata damai. Kembali lagi pikiranku jatuh kepada gema dan gaung itu.

  Makin ku pikirkan.. Makin ku dengar.. Gema itu terasa makin hilang.. hilang dan senyap. Menguatkan pikiran ku untuk menyadari, waktuku disini hanya sebentar lagi. Gaung ku akan hilang.. hilang.. hilang dan senyap.

  2 bulan lagi sebelum aku tak dianggap lagi, sebelum aku melepas baju biru laut celana biru dongker, melepas baret ku dan pangkat kebanggaanku. Berganti dengan segala kebebasan dan sekali lagi.. Baju putih celana abu abu.
Kini ku cari lagi gema itu.. Hilang. Kini gema itu makin hilang.. Dan diam.. Hilang seiring gaungku disini.

08.50
11 Februari 2012
Sabtu

Al Anas
Read More...

Tulisan: Dikala Senja Berganti Lagi.

13 Februari 2012: Dikala Senja Berganti Lagi.

Dikala senja berganti lagi. Kutatap kalender gantung yang kian hari kian tipis. Berbalik menghitung bulan yang kini diawal tahun. Kaca kaca itu merefleksikan mata ku yang terbelalak.Lucu, betapa aku tidak menyadarinya.

Dikala senja berganti lagi.
Mengingat tahun terakhir di sekolah yang dua tahun ini kusinggahi, bukanlah hal mudah.
Februari, Maret, April.3 bulan lagi waktu-ku terhitung mundur.
Menghitung seluruh kenangan yang dirajut dan siap diulur.
Tak terasa senja dikala kami jalani masa orientasi secepat ini berlalu dengan terobosan tiap harinya.
Memandang tajam ke dua kata, UJIAN NASIONAL.

Dulu menjadi anak emas sekolah merupakan kebanggaan tersendiri. 
Ikut lomba sana sini merupakan hal yang didambakan.
Kini dua kata itu bagai mengingatkanku untuk terus.. terus.. dan terus belajar.
Membolak balik buku tebal berisi SKL dan ringkasan materi yang kadang melelahkan.
Membuat mata kami terasa berat.
Tapi mengingat saat saat dulu ku beraksi dengan lincahnya membawa nama sekolah adalah suatu kenangan.

Ketika senja berganti lagi.
Memandang pasi kepada kau, kau dan kau yang disorot sinar bintang membuat ku iri.
Tak digoyahkan lagi aku merasa dianak tiri.
Tapi tak apa.Hidup bagai roda yang berputar. 
Kini saatnya kau, adik kelasku. 
Bersinarlah bagaikan misi sekolah, "MENJADIKAN SEMUA SISWA MENJADI BINTANG".
Meski kadang tiap senyummu dan bangga mu mengingatkan kami akan dua tahun yang lalu.
Ahh, masa lalu.

Ustazah sinar selalu bilang,
Kenangan tak bisa dibeli, tapi uang bisa dicari.
Kenangan kami takkan pernah bisa terganti, 
maka dari itu kami titis semua itu dalam suatu hal yang berujung manis.

Kini izinkanlah kami mengambil ancang-ancang, 
mengencangkan sabuk, 
berjibaku dengan semua soal.
Semua ini hanyalah untuk menjadikanku resmi menjadi seorang siswa putih-abu abu.
Melepas baju biru dongker, dengan pangkat, dasi dan baret yang selalu ku banggakan.

Untukmu SMPN Bernas.
Ku takkan lupakanmu, meski bersamamu hanya tinggal menghitung waktu.

Muhammad Al Anas
Read More...

Puisi: Tokoh Sampingan

Tokoh sampingan.

Muhammad Al Anas

15 Februari 2012

19.24


Perkenalkan aku, tokoh sampingan.

Kini terduduk diperasingan.

Ditutupi bayang tembok penghalang.

Menutup jiwa membara di sudut ilalang.

Perkenalkan aku, mantan tokoh utama.

Yang dulu dipuji juga dipuja.

Yang dulu disinari sorot lampu bercahaya.

Menunjukkan diri dari pentas luas.

Perkenalkan dia, tokoh utama.

Yang menggantiku seiring usia.

Yang menggantiku seiring masa.

Memaksaku turun tahta.

Perkenalkan dia, sang bintang jawara.

Yang kini mengharumkan nama sekolah kita.

Yang kini beraksi digaris pintas menuju singasana.

Membuat ku diam bagai lingga tak bersuara.

Membuat ku berkarat hingga dipaksa melempar berang.

Menguning tubuhku tak terlihat.

Disembunyikan pesona mu yang mahadaya.

Membusuk nama ku direlung pengabadian.

Membiarkan kau beraksi dikala aku terdiam dan tenggelam.
Read More...

Puisi: Jeritan Malam

JERITAN MALAM

Rembulan mengintip diawan kalbu
Menyemai bibit kebohongan diraung senja
Ku menjerit gaungkan kepedihan dan kesakitan
Seakan lenyap dicengkraman ganasnya malam suram
Ku sandarkan raga yang terkulai lemah di kebuntuan diri
Coba meniru padi yang tertunduk sepi
Dikala bibir hendak menggalak tawa dikhalayak ramai
Asa dipaksa mengikat diri
Bagaikan raja diperbudak keji
Layaknya singa diterkam rayap
Inginku cakar langit tak terbatas
Inginku teriakkan suara kebebasan
Pelarian mencari jati diri dibakar habis jari-jari iblis
Tertawa sinis saksikan kejatuhan ku perlahan
Meski tubuh rubuh runtuh terkikis waktu
Mematahkan tiang keberanian yang selalu kupegang
Membutakan hati yang mencari bayang digelap malam
Melenyapkan jeritan malam yang tak kunjung padam

Muhammad Al Anas
Read More...

Narrative: Alladin and His Magic Lamp

ALADDIN AND HIS MAGIC LAMP


Long long ago in the far land of Egypt there lived Aladdin who helped his mother by looking after the horses of their inn guests.
One day Aladdin met his uncle. Abu Nezar. During the next few days Aladdin spent his time with his uncle. One day Abu Nezarasked himto find an old lamp in a cave
Aladdin felt hypnotized by his uncle’s words and followed it.
Aladdin feet began to move and jumped into the cave. He was afraid but he had to find the lamp.
“Quickly boy, bring the lamp, Take my ring” shouted his uncle throwing some thing into the darkness below. In the darkness of the cave, Aladdinsaw the old lamp. It was covered in dust and cobwebs. He picked it and brought it up
As he got nearer to the opening at the top of the steps Aladdin was dazzled by the daylight. He found it difficult to ascend and stumbled. He reached out for his uncle’s hand buthe  was pushed away and he felt again. Abu Nezar force Alladin to give the lamp, But Alladin would not.
“So be it’ Stay there forever with that accursed lamp” Abu Nezar screamed and closed the cave with stone. Aladdin stayed in the darkness of the cave. He sat down and wonders what to do. He held the lamp tightly. He rubbed it slowly. Suddenly, the room was brightly and a voice like a thunder inquired.
Aladdin was so surprised. It was hard to believe his eyes.  He stood and said.
“Who are you?
“I am your slave now. I come to your bidding, my small master”
Aladdin was feeling so quite brave. He asked the genie to bring him home.


Some years later, Aladdin became a wise rich boy. He grew as a handsome guy and married the princess and they lived happily in his new luxury palace.
One day, an old man came to the palace and asked Aladdin’s wife about the old lamp.
“ New lamps for old! New lamps for old!”
The princess seemed sorry and pity and she reminded that there was an old lamp in her storehouse. She took it and gave the lamp to the old man”
“Ha…. Ha……now my dream will come true”
Suddenly the Old man disappeared and before the princes astonished her eyes there was an magician, Abu Nezar
“ You and your home will be transported hundreds of miles away. Ha…ha…”
“ Aladdin will never find you, ha…ha…ha…”

While on the other place, Aladdin found himself in a small room with his ring genie. He was so surprise. He remembered his ring then he rubbed it. The genie of the ring came. Aladdin told his problem. The slave of the ring cheered him up and help him to find his pallace.

A moment later Aladdin and the slave of ring found Abu Nezar who sleeping calmly.
Aladdin soon located the lamp. Not so long time he found it. When Abu Nezar wake up Aladdin hit and curse him.
“ My uncle. You are so evil. You had hurt me and my wife”
“ Ha…. Ha… you magic  lamp is mine now”
“No.. Your magic lamp is on my hand
“ Give it back to me”

Aladdin rubbed the lamp and the genie of the lamp came. Allading asked the genie to kill Abu Nezar
The genie of the magic lamp attacked Abu Nezar. After that, Abu Nezar dead immediately. Then,Aladdin got his wife free from the prisoner. Finally they lived happily ever and after.

Ladies and Gentlemen, there are many value that we can get from the story. One of them we must not be greedy like Abu Nezar then be brave like Aladdin.

The End

copyright: Dodi Indra
Read More...