Semua itu berawal dari MIMPI.....

Selasa, 13 Maret 2012

Tulisan: Maulid Nabi Tahun Ketiga ku di SMPN Bernas

Banyak gema bergaung di Mesjid yang lampau digunakan saat perhelatan MTQ se Provinsi Riau. Mesjid besar ini kini menjadi tempat untuk memperingati Maulid Nabi tahun 1433 H. Ini tahun ketiga ku menghelati acara Maulid Nabi ini.

  Kuputar kembali kronologi hidupku, sekitar 2 tahun yang lalu. Disaat yang sama, aku mengisi bagian Pidato Bahasa Inggris di Maulid Nabi tahun 1431 H. Dikala itu masa masa kejayaan ku dimulai dengan awal yang sangat bagus. Mengisi pidato bahasa inggris didepan ustad ustazah, kakak kelas dan teman sebaya merupakan hal yang luar biasa. Mengingat aku masih ditahun pertama meniti ilmu di sekolah ini.

  Kucari lagi kaleidoskop ku setahun yang lalu. Wah, aku menjadi pembawa acara di acara besar ini. Bagiku menjadi pembawa acara diacara acara sekolah adalah kebanggaan. Mengingat ditahun kedua ini adalah masa-masa gemilangku.
Dan kini aku hanya terduduk lemas melihat teman teman, adik adik kelas ku menampilkan kebolehan mereka. Akhirnya aku tau rasa iri melihat teman yang tampil didepan. Ah, sudah 10 menit lebih aku memikirkan hal ini. Kuubah posisi kaki ku yang makin kebas dan melihat keseliling Mesjid.

  Wah, suara gema itu terdengar lagi. Seluruh pengisi acara menggunakan mic dengan echo yang tinggi. Jadinya agak ngeflare gitu. Ganggu, mengingat aku harus bertampang serius dengan kelucuan suara gema yang makin kuat seiring si pembicara menarik nafas.

  Entah kenapa para kerumunan orang ini diam dan senyap. Dari tadi kupandangi tembok hijau dengan cat yang kurang rapi, sekarang kembali fokus ke mimbar. Suara itu tentram, berat dan bersahaja. Beliau mengatur perkataan dan lantunan kata/kalimatnya kepada kami yang sepenuhnya tidak mengerti. Entah karena kecapekan atau bosan atau memang tidak tau.

  Tiba tiba gema itu tidak terdengar lagi. Ketika beliau berbicara, kupandangi matanya yang menjamah semua pendengar dengan mata damai. Kembali lagi pikiranku jatuh kepada gema dan gaung itu.

  Makin ku pikirkan.. Makin ku dengar.. Gema itu terasa makin hilang.. hilang dan senyap. Menguatkan pikiran ku untuk menyadari, waktuku disini hanya sebentar lagi. Gaung ku akan hilang.. hilang.. hilang dan senyap.

  2 bulan lagi sebelum aku tak dianggap lagi, sebelum aku melepas baju biru laut celana biru dongker, melepas baret ku dan pangkat kebanggaanku. Berganti dengan segala kebebasan dan sekali lagi.. Baju putih celana abu abu.
Kini ku cari lagi gema itu.. Hilang. Kini gema itu makin hilang.. Dan diam.. Hilang seiring gaungku disini.

08.50
11 Februari 2012
Sabtu

Al Anas

0 komentar:

Poskan Komentar