Semua itu berawal dari MIMPI.....

Selasa, 13 Maret 2012

Puisi: Bujang di Raung Globalisasi

Kerikil kerikil tajam itu berserakan di Bumi Melayu.
Pecahan kaca itu menusuk merobek Tunjuk Ajar terdahulu.
Mesjid Mesjid dan Kumandang Adzan tak mampu menghadang.
Meraung muda-mudi melayu yang dirasuki jiwa binatang.
Sesama kawan saling membuang tinjuan liar.
Tak pandang bulu memukul merusak menendang.
Tanpa sadar mengikis Nilai Kehidupan yang konon dulu dipegang.
Membuang akal sehat mengutamakan naluri yang menggeliat kasar.
Nyawa nyawa melayang ke ribaan Illahi.
Darah darah manis tumpah mewarnai jalan raya.
Membanjiri dan membasahi liang ke-tak-beradaban.
Mengencingi kemanusiaan yang katanya dimiliki.
Apalah guna kata kata bijak yang dulu sering didengar.
Berganti raungan dan jeritan gerumunan keluarga yang kehilangan hatinya.
Kemana akal akan dicari?
Jika berganti besi tajam pelumat nurani.
Mata seakan buta ditutup kain hitam beralas dosa.
Katanya ranah Melayu, tapi kini diambang abu.
Berlarilah generasi bangsa penuh bercak luka dan darah.
Menggores harapan pejuang dulu kala.
Oh datuk laksmana..
Dengarlah tangis dan raungan budak budak melayu kini.
Meronta kehilangan ajar di zaman globalisasi.

Muhammad Al Anas
13 Januari 2012
14.00

0 komentar:

Poskan Komentar